SUKSES menjadi desainer top di Indonesia, Poppy Dharsono mengaku belum mau berpuas diri. Dia masih menyimpan banyak cita-cita luhur yang ingin direalisasikan tahun ini.
Salah satu agenda besar yang ingin dilakukannya adalah meluncurkan buku berjudul "Poppy Dharsono 30 Tahun Berkarya, Fashion Modern Heritage". Buku setebal 400 halaman itu akan diperkenalkan kali pertama di sela-sela ajang Fashion Exploration 2009, di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center, Senayan, pada 3-4 Desember 2008.
Dalam buku tersebut, pemilik nama lengkap Poppy Susanti Dharsono ingin bercerita banyak tentang ragam hias kain-kain Nusantara. Agar tak berkesan monoton, Poppy pun tergelitik memuat foto-foto busana yang mempresentasikan karya pribadi.
"Buku tersebut rencananya akan saya sebarkan ke museum-museum internasional. Mungkin setelah peluncuran nanti baru ke negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Tapi tidak menutup kemungkinan akan menyebar ke museum-museum di kawasan Eropa, dengan bantuan relasi saya," cerita desainer kelahiran Garut, 8 Juli 1951 silam ini kepada Okezone, Senin (7/7/2008).
Mengingat bukunya ingin dipresentasikan kepada masyarakat mode dunia, maka pendiri dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini akan menampilkan buku tersebut dalam dua bahasa. "Saya ingin sekali buku saya bisa dibaca oleh masyarakat luas, terutama mereka yang ingin mengerti lebih jauh soal dunia mode," ujar Poppy yang akan merayakan ulang tahun ke-57, Selasa (8/7/2008) besok.
Selain memperkenalkan buku, di acara unjuk tampil busana dari 60 karya busana APPMI, Poppy masih berminat menggelar pameran busana.
"Layaknya peragaan busana saja, di mana saya akan memamerkan koleksi-koleksi yang pernah saya perkenalkan selama 30 tahun berkarya. Tujuan pameran ini untuk mengenang koleksi yang pernah saya populerkan," pungkas Poppy.
http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/07/07/29/125490/30-tahun-poppy-dharsono-berkaryay.
Salah satu agenda besar yang ingin dilakukannya adalah meluncurkan buku berjudul "Poppy Dharsono 30 Tahun Berkarya, Fashion Modern Heritage". Buku setebal 400 halaman itu akan diperkenalkan kali pertama di sela-sela ajang Fashion Exploration 2009, di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center, Senayan, pada 3-4 Desember 2008.
Dalam buku tersebut, pemilik nama lengkap Poppy Susanti Dharsono ingin bercerita banyak tentang ragam hias kain-kain Nusantara. Agar tak berkesan monoton, Poppy pun tergelitik memuat foto-foto busana yang mempresentasikan karya pribadi.
"Buku tersebut rencananya akan saya sebarkan ke museum-museum internasional. Mungkin setelah peluncuran nanti baru ke negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Tapi tidak menutup kemungkinan akan menyebar ke museum-museum di kawasan Eropa, dengan bantuan relasi saya," cerita desainer kelahiran Garut, 8 Juli 1951 silam ini kepada Okezone, Senin (7/7/2008).
Mengingat bukunya ingin dipresentasikan kepada masyarakat mode dunia, maka pendiri dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini akan menampilkan buku tersebut dalam dua bahasa. "Saya ingin sekali buku saya bisa dibaca oleh masyarakat luas, terutama mereka yang ingin mengerti lebih jauh soal dunia mode," ujar Poppy yang akan merayakan ulang tahun ke-57, Selasa (8/7/2008) besok.
Selain memperkenalkan buku, di acara unjuk tampil busana dari 60 karya busana APPMI, Poppy masih berminat menggelar pameran busana.
"Layaknya peragaan busana saja, di mana saya akan memamerkan koleksi-koleksi yang pernah saya perkenalkan selama 30 tahun berkarya. Tujuan pameran ini untuk mengenang koleksi yang pernah saya populerkan," pungkas Poppy.
http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/07/07/29/125490/30-tahun-poppy-dharsono-berkaryay.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar